Cara Petani Cabai Lawan Pandemi

Petani memanen cabai di persawahan Desa Terkesi, Grobogan, Jawa Tengah, Senin (14/1/2019). Harga cabai di tingkat petani di wilayah itu mengalami penurunan dari Rp15.000 per kilogram menjadi Rp5.000 per kilogram akibat melimpahnya pasokan menyusul masuknya musim panen cabai di berbagai daerah. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/wsj.

Menjaga stok ketersediaan pangan di masa pandemi, para petani di Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat, panen cabai merah keriting.

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengatakan, pasokan hasil panen cabai merah keriting itu akan menambah ketersediaan bahan pangan di Lampung Barat. Kebutuhan pangan terpenuhi, imunitas tubuh masyarakat akan tetap terjaga.

Menurut Parosil, Desa Sekincau adalah sentra komoditas cabai merah keriting di daerah itu. Para petani mengolah dua hektare lahan pertanian untuk memenuhi ketersediaan bahan pangan di wilayah lokalnya.

Kepala Dinas TPHP Lampung Barat, Yedi Ruhyadi menambahkan, para petani didampingi Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang melakukan penyuluhan untuk tetap bertani di masa pandemi corona saat ini.

“Kami apresiasi para petani yang tetap aktif meski di tengah kekhawatiran virus corona ini,” kata Yedi. Sementara itu, Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Sekincau, Al Munir mengatakan, pihaknya mendampingi para petani dengan memerhatikan imbauan pencegahan virus corona dari pemerintah. “Misalnya memakai masker, physical distance, dan menjaga kebersihan usai bertani,” kataMunir. Sumber:Kompas.com



:

Bagikan :

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *