Hary Tanoe Jadi Tersangka: Kenapa Mencuat Setelah Pilkada Jakarta?

Ideopedia.co.id – Ketua umum Perindo Hary Tanoe menjalani pemeriksaan oleh Bareskim dan ditetapkan sebagai tersangka. Ia diperiksa atas kasus dugaan SMS ancaman ke Jaksa Yulianto.

Jakarta, Jumat (7/7) pukul 08.45 WIB. Hary Tanoe tiba di gedung sementara Bareskim untuk menjalani pemeriksaan. Ia turun dari Alphard miliknya dan langsung berjalan menuju ruang pemeriksaan. Tak ada sepatah kata yang diucapkan Hary Tanoe saat ditanya wartawan. Hanya tersenyum dan melambaikan tangan.

Perlu diketahui, kasus dugaan pesan singkat bernada ancaman yang diduga dari Harry Tanoe, mencuat pada akhir tahun 2016. Ketika Kasubdit Penyidikan Tipikor Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Yulianto melapor ke Bareskrim Polri.

Yulianto mengaku HT mengirim tiga pesan yang dinilai mengancamnya pada awal Januari 2016. Saat pesan itu sampai kepada Yulianto, kejaksaan sedang menyidik kasus dugaan korupsi yang melibatkan Harry Tanoe sebagai saksi. Namun, pihak Harry Tanoe membantah atas tuduhan tindakan mengancam itu.

Kuasa hukum HT, Hotman Paris Hutapea bersuara, ia menuturkan seharusnya Kejagung tidak memeriksa HT lagi terkait kasus ini karena atas dasar praperadilan di Jakarta Selatan, kejaksaan telah menghentikan penyidikan kasus ini dengan sukarela pada 30 Desember 2016.

Hotman heran mengapa Kejagung malah memanggil kliennya di saat kasusnya sudah dihentikan. Karena panggilannya di nilai 100 persen sama dengan kasus yang sudah dihentikan Kejagung sebelumnya. Ia juga mempertanyakan alasan Kejagung mengangkat kembali kasus restitusi pajak PT Mobile 8.

Sebagai kuasa hukum HT, hotman pun mengaku bingung atas pemeriksaan dan penetapan tersangka HT. Sehingga muncul pertanyaan kenapa isu ini mencuat kembali pasca Pilkada Jakarta?

Hari ini Jumat (7/7) Harry Tanoe masih menjalani pemeriksaan dengan kapasitas dirinya sebagai tersangka***

Bagikan :

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *