Tren Mobilitas Masyarakat Selama Covid-19

ideopedia.id – Selama pandemi berlangsung, seluruh negara di dunia menerapkan kebijakan yang bervariasi untuk menanggulangi penyebaran virus secara masif. Entah self-quarantine, karantina wilayah atau lockdown diterapkan sesuai kondisi negara masing-masing.

Di Indonesia pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada wilayah-wilayah rawan atau red zone seperti DKI Jakarta dan Banten. Setelah pandemi menyebar pun masyarakat secara alamiah membiasakan diri terhadap kebijakan ini.

Dalam mendukung kebijakan seperti ini, raksasa teknologi seperti Google dan Apple juga ikut berkontribusi dalam melawan virus ini. Salah satu gerakan mereka adalah dengan mengeluarkan rilis data tentang tren mobilitas pengguna layanan mereka. Tren mobilitas atau tren bepergian ini menjadi salah satu alat penting untuk melihat efektivitas kebijakan yang berkaitan dengan social distancing atau physical distancing.

Apple merilis penggunaan data ke dalam dua tipe, yakni berkendara (driving) dan berjalan (walking). Data tersebut dikumpulkan sejak pandemi melanda dunia, sekitar pertengahan Januari 2020. Diagram di bawah memperlihatkan data tentang tren mobilitas yang terjadi di Indonesia:

COVID-19 – Mobility Trends Reports (Apple)

Terlihat pergerakan atau mobilitas yang turun secara signifikan sejak Maret pertengahan hingga akhir April 2020 ini. Prosentase penurunan mobilitas minus 62 persen untuk berkendara, dan minus 71 persen untuk berjalan atau pejalan kaki. Dari data ini artinya mobilitas pengguna menurun dengan perlahan saat Covid-19 pertama kali diumumkan di Indonesia dan menurun dengan tajam ketika PSBB diterapkan (10 April).

Google sendiri merilis dataset yang agak berbeda dari Apple, dimana kita bisa melihat tren masyarakat dalam mengunjungi tempat-tempat seperti Supermarket, farmasi, taman, tempat kerja, hingga stasiun. Di bawah ini bisa dilihat bagaimana tren mobilitas warga Indonesia yang dikutip dari laporan Covid-19 – Community Mobility Reports :

tren bepergian di supermarket, farmasi dan taman
tren berpergian turun, sedangkan tren residensial meningkat.

Hampir seluruh tren mobilitas atau tren berpergian warga semakin menurun dihampir semua tempat seperti tempat kerja (workplaces), stasiun, retail & recreation (rekreasi dan retail), Grocery & pharmacy (toko grosir dan farmasi) serta taman. Peningkatan positif hanya pada tren untuk tempat tinggal (residential) yang artinya warga lebih banyak di rumah daripada berpergian. Tren ini dikumpulkan sejak Maret hingga April 2020.

Namun yang menjadi catatan dari keduanya adalah data ini tak bisa dibandingkan per negara atau wilayah serta sangat mengedepankan privasi. Tak ada data pribadi seperti lokasi individu, kontak atau pergerakan dari seluruh pengguna yang dikumpulkan oleh masing-masing layanan tadi. Artinya data pengguna dijamin aman sehingga dataset ini merupakan rujukan untuk melihat evaluasi kebijakan salah satunya PSBB, dipatuhi atau tidak oleh masyarakat.

Bagikan :

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *